Selasa, 11 Mei 2021
Selasa, 11 Mei 2021
BJB

Ciamis Ikuti Rakornas Penanganan Covid-19 Jelang Idul Fitri

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Pemkab Ciamis mengikuti rakornas Penanganan Covid-19 jelang Idul Fitri 1442 H secara virtual di Aula Setda, Senin (3/5/2021).

Penyelenggara rapat yaitu Kemendagri bersama kementerian terkait lainnya. Seluruh Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia mengikuti melalui virtual.

Wabup Ciamis Yana D Putra mengikuti rakornas penanganan Covid-19 mewakili kabupaten Ciamis, didampingi oleh Sekda Tatang dan para unsur Forkopimda.

Mendagri Tito Karnavian dalam rapat menyampaikan menjelang Idul Fitri banyak sekali kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan.

Sehingga perkembangan Covid-19 di beberapa daerah kembali mengalami peningkatan.

Terdapat beberapa kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan jelang Idul Fitri, seperti kegiatan perekonomian di pusat perbelanjaan.

Kemudian buka puasa bersama serta kegiatan mudik yang sudah mulai ramai.

Menurutnya, hal tersebut perlu kewasapadaan bersama. Agar semua pihak tidak kendor dalam meningkatkan kedisiplinan melaksanakan prokes.

“Kita belajar dari kasus India. Yang mana terjadi lonjakan karena kegiatan keagamaan yang luar biasa sehingga menyebabkan tsunami Covid-19,” jelasnya.

Kasus Covid-19 Meningkat di Sejumlah Provinsi

Wamenkes Dante Saksono pun menyampaikan hal senada, saat ini kasus Corona sudah mulai meningkat di berbagai daerah di Indonesia.

“Ada 11 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif. Sedangkan 14 provinsi lainya mengalami penurunan,” terangnya.

Untuk tingkat kesembuhan, 9 provinsi mengalami penurunan. 15 provinsi mengalami kenaikan dan 1 provinsi memiliki kasus kesembuhan yang tetap.

Dante juga menuturkan pelaksanaan vaksinasi sampai saat ini sudah mencapai 20 juta orang. Namun untuk lansia masih sedikit.

Pihaknya berharap vaksinasi terhadap lansia di setiap daerah dapat lebih prioritaskan. Supaya dapat menurunkan angka kematian.

“Karena 20% kematian disumbang dari lansia,” ungkapnya.

Ia mengatakan, adanya lonjakan kasus mengakibatkan vaksin dari India tidak keluar, sehingga menjadi terhambat dan harus mencari vaksin lain.

Sementara Kepala BNPB Doni Monardo mengutarakan jumlah positif beberapa hari terakhir lebih tinggi dari yang sembuh. Yakni mencapai 6,01% dan 1,42%.

“Jika membandingkannya dengan kasus global, kasus kita jauh lebih rendah,” ucapnya.

Doni berpesan pada para nakes untuk mempersiapkan fasilitas kesehatan sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus setelah libur panjang dan Idul Fitri. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,630FansSuka
244PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya