Jumat, 24 September 2021
Jumat, 24 September 2021
spot_img

Covid-19 Meningkat, Disdik Ciamis Kaji Ulang PTM

Berita Ciamis, galuh.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis mengkaji ulang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat pandemi Covid-19.

Pasalnya kasus yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Ciamis kasusnya meningkat setelah lebaran atau Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kepala Disdik Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat menyampaikan peningkatan kasus masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19, Rabu (2/6/2021).

“Sekolah tatap muka lanjutan sudah berlangsung dalam dua pekan ini, namun ternyata setelah lebaran terdapat peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Asep juga menjelaskan, dengan adanya peningkatan tersebut maka Disdik Kabupaten Ciamis akan melakukan kaji ulang PTM saat pandemi Covid-19.

Disdik telah rapat koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ciamis, dan Bupati Ciamis menyampaikan secara langsung pengkajian PTM tersebut.

Menurut Asep, pihaknya sedang melakukan evaluasi dan kajian tentang kondisi yang terjadi, Sekda Ciamis langsung memimpin evaluasi tersebut.

“Dengan kondisi saat ini, kami sedang melakukan evaluasi dan kajian, Pak Sekda memimpin langsung evaluasi dan kajian ini,” tambah Asep.

Zonasi Desa di Ciamis Tentukan Keberlangsungan PTM

Zonasi desa atau tingkat kerawanan Covid-19 menentukan keberlangsungan PTM pada desa tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Ciamis.

Saat ini PTM masih berjalan sesuai dengan SE Bupati yang akan berlangsung sampai dengan 24 Juni 2021.

Namun jika sebelum tanggal tersebut terjadi perubahan zonasi menjadi merah maka sekolah di desa tersebut harus berhenti.

“Hanya sekolah yang berada di zonasi hijau dan kuning yang bisa melaksanakan PTM, zonasi oranye dan merah tidak boleh,” tegasnya.

Sehingga pihak Disdik selalu mengingatkan kepada Kepala Sekolah Dasar, Kepala Sekolah Menengah Pertama, jika ada warga terkonfirmasi Covid-19 PTM berhenti.

Selain itu Disdik Ciamis mengimbau pada Koordinator Wilayah (Korwil) untuk selalu melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 desa, kecamatan dan Puskesmas.

Karena pihak sekolah menurut Asep, tidak akan mengetahui kondisi zonasi kerawanan Covid-19, sehingga harus terus melakukan koordinasi.

“Satuan Tugas (Satgas) dan Puskesmas harus selalu melakukan koordinasi selama kami melakukan evaluasi dan kaji ulang pelaksanaan PTM,” pungkas Asep.(GaluhId/Ardiansyah).

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
275PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan