oleh

Desa Handapherang Ciamis Jaring Generasi Unggul yang Islami

 
 

Cijeungjing, galuh.id– Desa Handapherang menjaring generasi unggul yang Islami dengan menggelar berbagai lomba, yakni lomba cerdas cermat (LCC), Murotal, Kaligrafi, Tahfidz, Pidato Bahasa Arab, dan Qasidah.

Perlombaan digelar di Gedung Dakwah Islam Handapherang, Minggu (8/9/2019). Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Rahmat Sundani, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Desa Handapherang.

“Tentunya dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1441 Hijriah. Insya Allah kegiatan ini akan terus berlanjut sebagai salah satu refleksi masyarakat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya,” kata Rahmat.

Perlombaan itu mendapat respon baik dari masyarakat. Sekitar 180 peserta dari 11 Diniyah mengikuti lomba yang berhadiah uang pembinaan dan tropi.

“Peserta yang mengikuti lomba berasal dari semua Madrasah Diniyah di Desa Handapherang. Peserta terbagi ke dalam tiga kategori, yakni tingkat SD/MI, SMP dan SMA. Ditambah para remaja dan dewasa yang ikut lomba Qasidah mewakili tiap dusun,” ujar Rahmat.

Berbarengan dengan itu, panitia PHBI juga menggelar lomba Pidato Bahasa Sunda dan Pidato Bahasa Indonesia. Lalu, ada juga lomba futsal antar Madrasah Diniyah yang dilaksanakan tanggal 25 Agustus 2019.

“Selain berilmu, generasi penerus Islam itu harus kuat fisik, karena Allah lebih mencintai mukmin yang kuat ketimbang mukmin yang lemah,” tegasnya. 

Selain untuk menjaring Generasi Muda yang Islami, momentum Tahun Baru Islam juga harus dijadikan sebagai instrospeksi diri selama setahun kebelakang agar perjalanan hidup di tahun yang akan datang lebih baik lagi.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Handapherang, KH Omat Syaekul Millah. Omat mengatakan, jika pada tahun lalu dirasa kurang dalam beribadah maka ke depan harus lebih ditingkatkan.

“Tahun baru Hijriyah harus menjadi momentum untuk introspeksi diri selama satu tahun ke belakang,” ujarnya. 

Omat juga mengungkapkan, seharusnya Tahun Baru Hijriah lebih meriah ketimbang Tahun Baru Masehi. Menurutnya, penduduk Kabupaten Ciamis khususnya Desa Handapherang hampir 100 persen beragama Islam.

“Kita sebagai yang beragama Islam kenapa lebih suka memeriahkan Tahun Baru Masehi? Sedangkan saat pergantian malam Hijriah kurang ramai. Kesadaran ini yang harus kita bangkitkan. Semangat menyongsong Tahun Baru Hijriah untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kita,” tandasnya.

Masyarakat Desa Handapherang terbilang kreatif dan penuh dengan prestasi. Itu terbukti pada saat acara penyambutan Tahun Baru Hijriah di tingkat Kecamatan Cijeungjing.

Desa Handapherang meraih Juara 2 Paduan Suara Mars Bada Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) dan Asmaul Husna, juara 3 Pawai Taaruf, dan juara 1 Pembawa Acara/MC Pengajian BKMM tingkat kecamatan tahun 2019. (galuh.id/Taz)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA