Rabu, 12 Mei 2021
Rabu, 12 Mei 2021
BJB

Karena Frustasi, Perempuan Paruh Baya di Panjalu Ciamis Nekat Gantung Diri

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Seorang perempuan paruh baya berinisial AH, di Kecamatan Panjalu kabupaten Ciamis, nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri, Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 01.00 WIB

Perempuan berusia 58 tahun ini ditemukan tewas tergantung di gubug milik tetangganya, Hatma.

Diduga, korban gantung diri karena mengalami stress dan frustasi dengan kondisi yang ada saat ini.

Kasubag Humas Polres Ciamis, IPTU Lena Magdalena mengungkapkan, korban merupakan warga Dusun Cililitan RT/06 RW/03 Desa Bahara, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang saksi sekaligus anak dari korban yang bernama Oce Supriatna (32).

Adapun kronologis kejadiannya, ketika saksi Oce bangun tidur sekitar pukul 01.00 WIB, dia mendapati korban tidak berada di kamarnya. Oce kemudian ke luar rumah untuk mencari korban.

Namun tak disangka, dia mendapati korban sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung di gubug milik Hatma.

”Saksi terbangun dan mendapati korban tak ada di kamarnya. Lalu dia mencari korban ke luar rumah dan menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung,” jelas Magdalena.

Melihat korban dalam kondisi tergantung, Oce pun langsung berteriak histeris. Warga setempat yang mendengar teriakan Oce lalu berdatangan ke lokasi.

Warga yang melihat adanya kejadian gantung diri tersebut kemudian langsung menghubungi Babinsa Ramil 1306 Panjalu. Tak lama Babinsa datang ke lokasi kejadian dan menghubungi Polsek Panjalu.

Kepolisian Langsung Olah TKP

Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas kepolisian dari Polsek Panjalu datang. Kemudian bersama tim Inafis Polres Ciamis melakukan identifikasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

”Dari hasil pemeriksaan olah TKP, di tubuh korban tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Jadi itu murni bunuh diri,” terang Magdalena.

Selain itu, menurut keterangan dari pihak keluarga korban, diduga korban nekat gantung diri lantaran frustasi dan mengalami gangguan kejiwaan.

Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, warga setempat langsung menurunkan jenazah korban yang masih tergantung.

Kepolisian berserta warga setempat kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Hal itu agar jenazah korban dapat segera dimandikan dan dimakamkan.

Magdalena menambahkan, dalam proses identifikasi dan olah TKP, petugas tetap menggunakan APD lengkap sesuai protokol kesehatan.

”Itu sebagai upaya kehati-hatian kami. Guna antisipasi Corona,” pungkas Magdalena. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,626FansSuka
244PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya