Jumat, 6 Agustus 2021
Jumat, 6 Agustus 2021
BJB

Kerajinan Kayu Buatan Ciamis Tetap Bertahan Saat Pandemi Covid-19

Berita Ciamis, galuh.id – Kerajinan kayu buatan Ciamis tetap bertahan meski berada dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Pandemi Corona membuat sejumlah pengusaha gulung tikar atau tumbang. Selain itu, tak sedikit pula sektor bisnis yang ikut terkena dampak.

Mulai dari berkurangnya omset penjualan. Kemudian penutupan cabang hingga pengurangan karyawan besar-besaran.

Namun berbeda dengan pengusaha Sangkayu yang berada di Banjaranyar Kabupaten Ciamis.

Sangkayu merupakan usaha yang bergerak di bidang kerajinan kayu yang berhubungan dengan alat-alat rumah tangga, hiasan dan lain sebagainya.

Meski pada masa pandemi Covid-19 Kerajinan kayu buatan Ciamis yaitu perusahaan Sangkayu ini masih tetap berjalan seperti biasa.

Nur Hidayat, pemilik usaha tersebut mengatakan adanya pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap usahanya, penjualan pun menurun.

Untuk tetap bertahan agar usahanya tetap berjalan, ia pun harus berpikir keras dengan mengeluarkan inovasi-inovasi baru.

“Untuk bertahan kita keluarkan inovasi seperti memperbanyak produk dan iklan, sehingga usaha sampai sekarang masih berjalan,” jelasnya kepada galuh.id, Minggu (7/3/2021).

Hidayat pun mengakui usahanya ini sempat terpuruk sampai harus berhenti sejenak ketika awal virus Corona melanda.

“Kalau tidak salah berhentinya bulan Maret 2020. Itu pun tak terlalu lama hanya 2 mingguan,” akunya.

Sebenarnya sekarang ini usahanya tengah turun tapi berupaya agar tetap bertahan. Kalau tidak aktif dan kreatif menurutnya pasti usaha akan turun.

Untuk itu, ia berupaya bertahan dengan cara menambah produk dan iklan dengan tujuan agar pembeli tertarik.

”Biasanya omset kita besar. Kalau sekarang turun,” ujarnya.

Usaha kerajinan kayu ini kata Hidayat sudah berjalan tiga tahun. Sementara pemasarannya dengan cara online lewat Market Place.

Ada beberapa Market Place yang ia gandeng antara lain Tokopedia, Shopee, Lazada dan JD.ID.

Produk yang ia buat ada sekitar 1.500 macam dengan tenaga kerja 70 orang yang berasal dari warga setempat.

“Untuk pembeli kebanyakan lokal. Masih di seputaran Indonesia. Namun kadang ada pembeli dari luar, seperti dari Malaysia dan Singapura,” imbuhnya. (GaluhID/Uus)

Editor : Evi

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
266PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan