Kesbangpol Ciamis Sosialisasi Pemantauan Pemilu 2019 di Banjarsari

Banjarsari, galuh.id – Dalam rangka menyukseskan Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019. Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis menggelar Sosialisasi Pemantauan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 secara serentak di 5 eks wilayah kwadanan, yakni di Cikoneng, Panumbangan, Kawali, Rancah dan Banjarsari.

Salah satu sosialisasi yang digelar Kesbangpol digelar di Kecamatan Banjarsari, tepatnya di Aula Desa Ciherang, Jum’at (13/04/2019). Sosialisasi tersebut dihadiri oleh para kepala desa yang diharapkan nantinya bisa meneruskan kepada warga di desanya masing-masing.

Sosialisasi tersebut bertemakan, ‘Dengan Sosialisasi Pemantauan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 Kita Wujudkan Pemilu yang Aman dan Kondusif’.

Materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut, seputar tata cara pemilihan yang benar, agar aman dan kondusif. Dalam hal ini, Kesbangpol Ciamis mengundang pemateri langsung dari Komisioner KPU Ciamis, yakni Beno dan Komisioner Bawaslu Ciamis, Syamsul Arip.

“Tujuan dari sosialisasi ini yaitu untuk memantapkan tata cara pemilihan  yang baik dan  benar,” ucap Asep S. Kodari Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan saat diwawancara Galuh ID.

Sementara Dedy Mulyana, yang mewakili Plh. Bupati Ciamis, Asep Sudarman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang telah membantu kelancaran proses tahapan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan kontribusi bagi terselenggaranya Pemilu serentak tahun 2019 yang sukses tanpa ekses, demokratis, berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Menurut Dedy, ada beberapa hal yang krusial perlu diperhatikan oleh semua pihak, yakni jadwal tahapan Pemilu, Netralitas ASN , pendistribusian logistik Pemilu, pengamanan logistik Pemilu, tata cara pemungutan dan penghitungan suara serta cuaca yang mungkin dapat mengganggu kelancaran pemungutan dan penghitungan suara.

“Sebagai upaya untuk menjamin agar Pemilu berjalan dengan baik, maka peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta aparat keamanan sangat diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Dedy juga berpesan pada para aparatur di daerah agar aktif dan bijak dalam bersikap dan berperilaku. “Aparatur di daerah harus dapat memberikan pemahaman yang sejuk ketika menjelang pencoblosan sehingga dapat tercipta suasana yang aman, tentram dan damai,” pungkasnya. (galuh.id/Uus)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini