oleh

Masyarakat Geger Sunten Kembali Hidupkan Tradisi Bentang Boeh di Ciamis

 
 

Ciamis, galuh.id – Tradisi ‘Bentang Boeh Larang’ kembali dihidupkan oleh masyarakat Tambaksari, khususnya masyarakat Geger Sunten yang berlokasi di Gunung Geger Sunten, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tahun ini, Tradisi Bentang Boeh Larang diadakan selama dua hari pada 30-31 Agustus 2019. Tradisi ini diisi dengan tausiyah budaya, pentas seni budaya yang menampilkan gondang buhun, gembyung, dan angklung.

Lalu pada acara puncak, Sabtu (31/08/19), digelar acara mapag tahun baru Hijriyah, dengan menampilkan arak-arakan sambil membawa Sripohaci, dan boeh (kain putih yang berlambangkan suci).

Menurut budayawan Sunda, Aip Syaripudin, tujuan dari acara adat Bentang Boeh Larang adalah mempertahankan budaya adat boeh larang. Ini merupakan kegiatan budaya adat yang tidak ada di tempat lain. Hanya ada di Tatar Sunda Galuh dan hanya satu-satunya adat yang dilestarikan oleh masyarakat Geger Sunten.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Satu-satunya yang perlu kita bangga adalah kita memiliki adat budaya,” kata Aip Syaripudin.

Lanjutnya, dari kegiatan ini ada nilai-nilai filosofis, sebagai manusia tidak hanya memiliki hubungan antar Tuhan (habluminallah) dan hubungan antar manusia (habluminannas) namun ada pula hubungan dengan alam yang disebut habluminal alam.

“Filosofinya dari kembalinya manusia pada alam, kita harus ingat kesuksesan itu tidak hanya di dunia tapi juga akhirat.
Dan semua berasal dr tanah kembali lagi pada tanah,” lanjutnya.

Selain itu, kata Aip, dengan adanya acara ini dimaksudkan untuk menyambung tali silaturahmi dan untuk mengumpulkan masyarakat budaya.

“Pasalnya kalau tidak ada acara sangat sulit berkumpul. Untuk itu dengan adanya tradisi Bentang Boeh Larang mengajarkan masyarakat budaya agar memiliki ‘sense of belonging’,” kata Aip.

Dikatakan Aip, tradisi bentang boeh larang merupakan adat satu-satunya adat budaya yang ada di dunia yaitu di Geger Sunten.

“Ke depan acara ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon pariwisata Ciamis. Gunung Geger Sunten menyimpan sejarah perjalanan anak Kerajaan Galuh, Ciungwanara. Situs-situs pertapaan Ciungwanara hingga kini masih bisa kita saksikan,” ujar Aip. (galuh.id/Maisyara)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA