Ngabuburit ala Forum Konservasi Alam Ciamis: Tukar Sampah dengan Takjil

87

Ciamis, galuh.id – Pemandangan berbeda terlihat di Alun-alun Ciamis, Minggu (12/5/2019). Sekelompok remaja mengedarkan trash bag yang digunakan untuk mengumpulkan sampah. Seorang remaja yang sedang ‘ngabuburit’ tampak memasukkan sampah ke dalam trash bag tersebut. Sebagai imbalannya, ia mendapat takjil.

Rupanya kegiatan tersebut digagas oleh Forum Konservasi Alam Ciamis. Forum yang baru dibentuk April 2019 ini diikuti oleh organisasi pecinta alam dari berbagai sekolah. Terlihat anak-anak pecinta alam dari MAN 2 Ciamis dan juga MA Al Barkah Sukajadi ikut serta dalam kegiatan ‘tukar sampah dengan takjil’ di Alun-alun Ciamis, Minggu (12/5/2019).

“Kegiatan ini didasari kekhawatiran kami akan jutaan sampah yang mencemari alam, termasuk di Alun-alun Ciamis ini. Di sini warga yang sedang ngabuburit bisa dapat takjil dengan cara menukarkan sampah,” ujar Lalan Anwari, anggota Forum Konservasi Alam Ciamis yang juga ditunjuk sebagai ketua kegiatan ‘tukar sampah dengan takjil’ ini.

Menurut Lalan, mereka tidak sekedar memberi takjil tapi juga memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya mereka yang sedang ‘ngabuburit’ di Alun-alun Ciamis tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Lalan Anwari, anggota Forum Konservasi Alam Ciamis. Foto: K. P Latief/GaluhID

“Alun-alun masih baru, namun sudah banyak sampah, ini kita tadi menemukan di tempat sampahnya sendiri, sampah justru bertebaran di sekelilingnya,” kata Lalan.

Sampah yang terkumpul, kata Lalan, nantinya akan dipilah-pilah antara sampah yang masih bisa di daur ulang dan sampah alami yang tidak bisa didaur ulang.

“Kalau sampah yang masih bisa didaur ulang, misalnya sampah plastik, akan kita berikan pada ‘rongsokan’ yang bisa memanfaatkan plastik-plastik tersebut,” katanya.

Lalan menambahkan, kegiatan ‘tukar sampah dengan takjil’ ini akan rutin dilakukan selama bulan Ramadan.

“Sekarang hanya dua sekolah saja yang ikut bergabung, ke depannya akan ada dari sekolah lainnya,” katanya.

Forum Konservasi Alam sendiri merupakan komunitas yang anggotanya berasal dari berbagai organisasi Pecinta Alam di Ciamis.

Tujuan didirikannya forum tersebut sebagai upaya untuk menjaga lingkungan. Termasuk, kata Lalan, salah satu caranya dengan memberi edukasi pada masyarakat tentang pengelolaan sampah.

“Kami ingin masyarakat Ciamis tahu pentingnya menjaga alam, momen puasa ini momen yang tepat untuk memberi tahu masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan dengan sampah,” pungkasnya. (galuh.id/K. Putu Latief)

loading...
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini