Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Pemuda Ciamis Tak Perlu Gengsi Menjadi Petani

Ndu Corner, galuh.id – Ciamis memiliki lahan pertanian yang luas. Banyak penduduknya yang menjadi juragan tanah dan tidak jarang warga yang memiliki pekarangan rumah yang luas. Bahkan, Ciamis terkenal dengan balong-balongnya yang berisi banyak ikan. Namun, berita keberhasilan di bidang pertanian dan peternakan belum begitu santer terdengar dari Ciamis. Bukannya tidak ada, namun kisah Pemuda Ciamis yang berhasil dalam bidang pertanian maupun peternakan masih bisa dihitung dengan jari.

Ketika penulis googling dengan keyword ‘sosok petani berhasil dari Ciamis’ yang muncul adalah kisah keberhasilan seorang anak petani yang sukses meraih gelar doktor di bidang pendidikan. Ada pula tentang kisah seorang mantan TKI yang membuat kegiatan sosial untuk mencerdaskan anak-anak petani atau tentang kunjungan mentri pertanian ke kota Ciamis. Baiklah, kita harus tetap bersyukur dan berbangga hati ketika berita itu muncul membesarkan nama Ciamis.

Rasanya akan sangat elok, jika berita yang tersebar itu bukan hanya keberhasilan anak-anak petani yang berprestasi, tetapi, bagaimana anak para petani yang berhasil menjadi seorang petani. Bayangkan, jika anak-anak petani semua gengsi kembali menjadi petani, maka lama kelamaan Ciamis kehilangan sosok pahlawan yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok dari bidang pertanian.

Zaman sekarang, memang sudah sangat jarang anak muda yang mau terjun ke tanah berlumpur. Sehingga para pemuda Ciamis lebih memilih kuliah dengan jurusan-jurusan yang memungkinkan mereka mendapatkan profesi yang lebih aman dari lumpur sawah, ladang, tanam-menanan, atau budidaya ternak tertentu. Meskipun masih ada yang mau menggelutinya, tetapi masih sangat bisa dihitung dengan jari.

Banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan lahan. Menjadi petani atau peternak hanyalah soal pilihan. Tergantung kegigihan dan keseriusan untuk menjalankannya.

Namun jangan salah kaprah, keseriusan harus dibarengi dengan ilmu yang cukup. Karena semangat tanpa ilmu hanya akan membuang-buang biaya akibat kerugian yang diderita. Akan tetapi, jika menggunakan ilmu, maka setiap orang pasti akan selalu bisa memulainya walaupun hanya bermodalkan sedikit uang dan peralatan yang sangat sederhana sekalipun.

Jika para anak muda mau bersekolah di sekolah-sekolah pertanian, kemudian melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi, maka ini akan sangat memungkinkan mereka untuk berhasil di tanah kelahiran sendiri. Sehingga sosok peternak dan petani yang berhasil bukan hanya santer di kota tetangga, namun bisa membumi di negri sendiri.

Ciamis memiliki SMK Pertanian, yang melakukan pembinaan dan pengajaran tentang budidaya tanaman dan peternakan. Ciamis pun punya Universitas Galuh yang memberi ilmu tentang hal yang sama secara mendalam. Lantas, bagaimana dengan semangat pemuda Ciamis untuk mencobanya?

Memanfaatkan gadget canggih untuk mempelajari ilmu-ilmu pertanian juga sangat mudah dilakukan. Banyak sekali tutorial tentang membuat media tanaman hidroponik, tabulapot, atau budidaya ikan dalam ember. Tutorial-tutorial tersebut, bisa dipelajari dengan sangat mudah, dimulai dengan modal murah, dan bisa dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana di lingkungan sekitar kita.

Sehingga, gadget bukan hanya digunakan untuk update status tentang kegiatan jalan-jalan dan kunjungan ke tempat-tempat kekinian. Pemuda Ciamis harus mampu menginspirasi benyak orang dengan karyanya. Menjadi petani dan peternak muda yang kreatif itu sangat luar biasa. Bukan hanya dompet yang akan terisi penuh, melainkan para pemuda pun bisa ikut memajukan tanah kelahiran dengan membiasakan warganya mengkonsumsi hasil bumi sendiri.

Begitu indah bukan, jika warga Ciamis bisa memasok kebutuhan ikan dan sayuran untuk daerah sendiri, bahkan bisa menjadi pemasok kebutuhan kota tetangga.

Mari, kita manfaatkan potensi yang ada. Potensi alam, dan potensi kemampuan kita yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita. Kita punya kemampuan untuk berpikir, tinggal bagaimanana membangun semangat untuk memulainya. Yakin, pemuda Ciamis, bisa! (Galuh.Id/Diantika IE)

Editor: K. Putu Latief

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Malam Mingguan Bersama Ular di Alun-alun Ciamis

Ndu Corner, galuh.id - Saya takut ular. Saya yakin Anda juga? Makanya ketika Komunitas CRC (Community Reptile Ciamis) beberapa kali mengajak saya...

PSGC Ciamis Harus Belajar dari 49ers

Saur Anjeun, galuh.id- Saya memang bukan pecinta sepak bola. Hanya sekedar suka, dan itu biasa saja. Tidak pernah ingin tahu lebih jauh...

Perserang vs PSGC Ciamis: Kita Sudah Kalah, Kita Cuma Ingin Pulang

Ndu Corner – Laga Perserang vs PSGC Ciamis yang berakhir dengan kekalahan 1-0 di Stadion Maulana Yusuf, Jum’at (19/7/2019) kemarin jadi laga...

Temukan Kami

49,358FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.