Minggu, 26 September 2021
Minggu, 26 September 2021

Bappeda: Penurunan Ekonomi di Ciamis Tak Signifikan

Berita Ciamis, galuh.id – Bappeda Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menegaskan penurunan ekonomi yang terjadi selama pandemi Covif-19 di Ciamis tidak signifikan.

Indeks perekonomian Ciamis sendiri memang turun di angka (minus) -0,14 persen selama pandemi. Dari indeks sebelum Covid-19 yang normalnya di angka 5,3%.

Se-Jabar, hanya ada sepertiga Kabupaten/Kota yang nilainya masih positif pasca pandemi.

Kabupaten/Kota lain bahkan indeks perekonomiannya menurun di angka minus 3 sampai 4 persen.

Nugrahawati selaku Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Ciamis menjelaskan penurunan perekonomian Ciamis tak terlalu signifikan. Sebab, mayoritas penduduknya adalah petani.

Berdasarkan data BPS, distribusi hasil pertanian Ciamis memberikan dampak positif. Maka dari itu, sektor pertanian harus benar-benar utamakan.

Sudah terbukti dari hasil pertanian ini tidak terpengaruh pandemi. “Beda dengan Kabupaten/Kota lain yang dominan Industri. Mereka benar-benar terpuruk,” ujarnya.

Kepala BPKAD Ciamis, Kurniawan, juga mengungkapkan hal senada. Segala upaya telah pemkab Ciamis lakukan Ciamis untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, pertanian menjadi sektor krusial yang membantu perekonomian Ciamis tidak terlalu terpuruk selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala DPKP Ciamis, Slamet Budi Wibowo menjelaskan selama pandemi sektor pertanian memang tidak begitu terpengaruh.

Bahkan pada periode 2019-2020 sektor pertanian di Ciamis meningkat pada komoditas utama. Yaitu komoditas cabe, jagung, kopi dan padi.

Komoditas Utama Sektor Pertanian Meningkat di Ciamis

Di tahun 2019, produksi komoditas kopi sebanyak 874 ton dan meningkat di tahun 2020 sebanyak 950 ton.

Produksi komoditas cabe tahun 2019 sebanyak 4.806 ton. Di tahun 2020 mengalami penurunan 3.011 ton.

Kemudian, produksi komoditas jagung tahun 2019 sebanyak 35.980 ton. Di tahun 2020 meningkat 45.933 ton.

Produksi komoditas padi tahun 2019 sebanyak 448.799. di tahun 2020 meningkat 461.378 ton.

Budi menuturkan, geliat masyarakat untuk bertani meningkat. Para petani milenial dari Karang Taruna di daerah pelosok Ciamis pun bermunculan.

Tak hanya itu, munculnya para petani komoditas tanaman biofarmaka seperti porang, jahe, dan jenis lainnya akan menjadi pendongkrak ekonomi Ciamis.

“Banyak yang mulai menanam tanaman biofarmaka. Pada masa panen akhir tahun nanti, insya alloh akan membantu mendongkrak ekonomi Ciamis,” jelasnya.

Ciamis adalah wilayah agraris dengan potensi pertanian yang berlimpah. Untuk itu, masyarakat jangan ragu untuk bertani. Karena marketnya sudah tersedia.

Kelompok tani binaan DPKP Ciamis saat ini sekitar 3.000 kelompok. Informasi dan akses market ataupun buyer sudah banyak tersedia bagi para petani. (GaluhID/Aldi)

Editor : Evi

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
275PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan