Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021
spot_img

Resesi Ekonomi Indonesia, Apa Dampaknya?

Resesi ekonomi Indonesia tinggal menunggu waktu. Resesi seolah-olah menjadi normal baru, sejak terjadi pandemi Covid-19. Bahkan hampir sebagian besar negara-negara dunia mengisi andil dalam daftar negara yang terperosok jurang resesi.

Sebut saja, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Singapura, Thailand, hingga Korea Selatan. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia dipastikan bernasib sama dengan deretan negara yang terperosok resesi. Bahkan pemerintah dalam berbagai kesemparan telah memberi sinyal resesi ekonomi.

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri memastikan ekonomi Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III 2020.

Sebagai buktinya, Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari minus 0,2 persen-1,1 persen telah mengalami revisi yakni minus 0,6 persen hingga 1,7 persen.

Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita, Selasa (22/9) juga menyatakan bahwa negatif pertumbuhan ekonomi kemungkinan terjadi pada kuartal III. Selain itu juga berlangsung pada kuartal IV, yang masih upayakan mendekati nol.

Apa indikasi suatu negara dikatakan mengalami resesi ekonomi? Jika pertumbuhan ekonomi tercatat negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal II 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah tercatat minus 5,32 persen.

Artinya Resesi ekonomi Indonesia pun hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini semakin turun, sinyal resesi pun semakin kuat.

Resesi ekonomi memang tidak bisa dihindari, tapi bukan berarti Indonesia harus pasrah atas kondisi tersebut.

Tidak hanya pemerintah tetapi juga kalangan dunia usaha dan masyarakat harus bersama-sama melakuan berbagai upaya secara kompak, agar Indonesia tak berlama-lama terjebak resesi ekonomi.

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
274PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan