oleh

Terima Kasih Tenaga Medis

Hubungi
 
 

Di tengah wabah Virus Corona dewasa ini, banyak sekali kabar tidak menyenangkan. Penyebaran wabah yang semakin meluas, berita kematian pasien, tidak terkecuali kabar meninggalnya para dokter yang justru sangat dibutuhkan keberadaannya. Menyedihkan.

Banyak Berita dan Kabar Hoaks

Namun, lebih mirisnya lagi, ketika ada beberapa orang yang tidak bertanggungjawab masih sempat-sempatnya menyebar berita hoaks. Kabar-kabar miring yang menjadikan suasana makin mencekam dan menakutkan. Membuat orang yang mentalnya lemah menjadi semakin lembek. Orang-orang penakut semakin down.

Sehat mendadak merasa sakit karena pengaruh psikomatis. Menjadi lemah karena pikirannya sendiri. Akibatnya, kondisi tubuh semakin memburuk dan lebih rentan terserang penyakit.

Penyakit apa? Tentunya bukan hanya virus Corona yang akan masuk kepada tubuh yang daya tahannya memburuk. Segala penyakit bisa saja datang dengan mudah. Menyerang dan menumbangkan.

Virus Corona Menjadi Momok Menakutkan

Jika semakin banyak orang yang sakit, siapa yang repot dan merasakan kelelahan panjang tiada berujung di tengah suasana yang penuh dengan momok menakutkan ini? Tentunya ini akan sangat merepotkan para tenaga medis yang harus selalu berjuang di garda terdepan.

Karena itu, kini sudah saatnya kita menekan ego, berhenti “bandel” dan bepergian keluar rumah. Mulailah taat pada anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Mari kita hentikan penyebaran penyakit sebagai bentuk balasan kebaikan, pengorbanan dan kerja keras para tenaga medis.

Tanpa mundur, tenaga medislah yang dengan tangan terbuka selalu siap maju menangani penyakit para pasien. Tanpa lelah ia melakukan pekerjaan kemanusiaan, yang nyaris tidak dapat dilakukan sepenuhnya oleh profesi lain.

Apakah mereka tidak takut tertular? Tentunya mereka pun memiliki perasaan was-was. Sama halnya dengan kita, mereka semua memiliki keluarga yang menanti kepulangannya di rumah. Namun lihatlah, demi keselamatan pasien mereka memilih tetap bekerja menunaikan tugasnya sepabagai “penjemput sehat”.

Dengan tulus, mereka membantu orang-orang yang sakit kembali pulih. Menyemangati pasien agar segera sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Sungguh mulia bukan?

Karena kemuliaannya lah kini tenaga medis adalah profesi yang paling diperhatikan. Jasanya paling melekat, menjelma sebagai pahlawan di hati banyak orang. Bahkan jauh sebelum wabah datang.

Banyak sekali gerakan sosial “peduli tenaga medis” yang kini disuarakan oleh berbagai kalangan. Lintas generasi bersatu menggalang dana, mengumpulkan sumbangan alat perlindungan diri demi pahlawan mereka, pahlawan kita bersama.

Bahkan di lain tempat, ada mahasiswa kedokteran yang melakukan aksi uniknya. Yaitu dengan cara menjaga anak-anak yang masih kecil dan mengerjakan berbagai pekerjaan di rumah para dokter dan tenaga medis demi memastikan anak-anak dalam keadaan aman ketika ditinggalkan orang tuanya bekerja di rumah sakit.

Dari sekarang, mari sama-sama fokus pada harapan. Kedepankan berita baik yang akan memberikan efek positif. Kurangi pemberitaan buruk dan sesuatu yang belum pasti adanya. Agar tidak timbul stress dan melemahnya mental yang akan berakibat buruk pada kesehatan.

Kemudian, bagi Anda para tenaga medis, melihat perjuangan Anda yang luar biasa ingin sekali berkali-kali meneriakan ucapan terima kasih dan ungkapan perasaan bangga kami kepada Anda semua. Decak kagum dan acungan jempol sudah tidak lagi bisa mewakili pujian untuk kegigihan dan pengorbanan Anda.

Apresiasi Luar Biasa Untuk Tenaga Medis

Melalui tulisan ini saya mewakili orang-orang yang mengerti perjuangan Anda, kami sampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya. Apresiasi luar biasa bagi Anda yang telah menjaga kami di berbagai daerah seluruh Indonesia. Tetaplah semangat dan berjuang untuk kami. Yakin Allah membalas semua kerja keras Anda.

Dalam surah al-Maidah ayat 32, … “barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”…. Andalah pahlawan kami yang sesungguhnya. Dengan semangat Anda dan doa kami semua, wabah ini akan kita lawan bersama. Walau hanya diam di rumah, dari sini doa kami menggema.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi Anda. Senyum dan semangat Anda adalah harapan dan semangt kami.
Semoga bermanfaat.

Penulis adalah Ketua Komunitas Penulis Kreatif Indonesia. Lahir di Panawangan, Ciamis.

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA