Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
 
 

Tokoh Banjarsari Ciamis: Ridwan Saidi Tak Pantas Menyandang Predikat Budayawan

Berita Banjarsari, galuh.id – Pernyataan Ridwan Saidi yang menyebut Galuh artinya brutal, membuat seluruh masyarakat Ciamis geram. Salah satunya tokoh Banjarsari sekaligus ketua Paguyuban Kawasen Purbbapala (PKP), Asep Davi.

Asep Davi yang juga sesepuh Banjarsari Ciamis menyebut, Ridwan Saidi atau Babe Saidi tak pantas menyandang predikat sebagai budayawan.

“Sejak kapan nama Ridwan Saidi jadi Budayawan? Budayawan itu adalah seseorang yang memiliki pengetahuan budaya dan berkecimpung dalam bidang kebudayaan,” terang Asep kepada Galuh ID, Kamis (13/2/2020).

Biasanya ucap Asep,  yang menyandang predikat Budayawan adalah ahli filsafat atau filsuf, ahli agama dan sastrawan.

Di Indonesia sendiri yang menyandang predikat budayawan antara lain KH. Abdurrahman Wahid, Frans Magnis Suseno, Emha Ainun Nadjib, KH. A.Mustopa Bisri, Abdul Hadi WM, Nurchololis Madjid, W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Umar Kayam, Nugroho Notosusanto dan lain-lain.

“Menurut saya sejara adalah tentang perjalanan sebuah peristiwa, bukan pendapat dari seseorang. Karena sejarah tidak akan lepas dari bukti-bukti  peninggalan yang ada,” paparnya.

Lanjutnya, alangkah baiknya untuk membedakan antara sejarah, legenda dan mitos. Karena itu menurut dia Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk segera melakukan kajian atau penelitian dari berbagai disiplin ilmu, baik dari ahli Filologi, Paleografi, Arkeologi, Kronologi, Sejarawan, Budayawan dan para Kabuyutan.

“Untuk mencari kebenaran Kerajaan Galuh tentu harus dengan bukti-bukti empirik tentang sejarah Galuh,” ujarnya.

“Buatkan suatu ketetapan dengan sebenar benarnya tentang Galuh, agar tidak ada lagi Saidi Saidi di kemudian hari,” tambahnya.

“Ini penting, karena ke depan jangan sampai ada yang berasumsi atau berpendapat berdasarkan nalarnya,” ucapnya.

Dia menambahkan sejarah adalah sejarah, siapapun itu jangan campur adukan dengan hal-hal lain.

“Kenapa hal ini harus dilakukan? Karena  sudah masuk ke dalam marwah dan martabat warga Ciamis. Galuh bukan lah  Kerajaan Agung Sejagat bukan pula Sunda Empire,” pungkas Asep tokoh Banjarsari. (GaluhID/Uus)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

Pengamanan Pelaksanaan Pilkades Ciamis Kewajiban Bersama

Berita Ciamis, galuh.id - Pengamanan dalam pelaksanaan Pilkades Ciamis adalah kewajiban bersama. Tak hanya pemda, panitia dan para pemilih pun harus berperan...

Peminat Membludak, SMAN 1 Ciamis Terima 408 Siswa Baru

Berita Ciamis, galuh.id - Pendaftar untuk menjadi siswa di SMAN 1 Ciamis membludak, namun SMAN 1 Ciamis terima 408 siswa baru.

TNI/Polri Panen Raya Ikan Gurame di Purwadadi Ciamis

Berita Ciamis, galuh.id - Dandim 0613/Ciamis dan Kapolres Ciamis bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti panen raya ikan gurame, Selasa (7/7/2020).

Temukan Kami

49,398FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Lainnya

DKKB Dorong Pemkot Banjar Lahirkan Perda Kebudayaan

Banjar, Galuh.id - Wakil II Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Banjar (DKKB), Syarif Hidayat mendorong Pemkot Banjar untuk segera melahirkan Peraturan Daerah...

Baim Wong Daftar Pilkada Pangandaran, Serius atau Prank?

Berita Pangandaran, galuh.id - Santer terdengar Baim Wong daftar Pilkada Pangandaran. Seriuskah atau cuma prank? Nama salah satu pemain...

Kedapatan Buka di Bulan Ramadhan, Warung Nasi di Ciamis Ditegur Polisi

Berita Ciamis, galuh.id - Petugas gabungan dari Polres Ciamis dan Satpol PP Kabupaten Ciamis melakukan razia warung nasi. Razia...

Kecelakaan di Lumbung Ciamis, Pengendara Matic Meregang Nyawa

Lumbung, galuh.id - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Lumbung, Dusun Cibeber RT 25 RW 29 Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis, dini hari...

Tekuk Persinga Ngawi, PSKC Cimahi Selangkah Lagi Lolos ke Liga 2

Info Liga 3, galuh.id - Persatuan Sepakbola Kota Cimahi atau PSKC membuka peluang menuju Liga 2 tahun 2020 usai menundukkan Persinga Ngawi...